Manajemen rantai pasok halal adalah manajemen sepanjang rantai pasok dari bahan baku hingga konsumen yang bertujuan menjamin nilai halal suatu produk. Model manajemen rantai pasok halal merupakan bentuk adaptasi dari rantai pasok pada umumnya. Adaptasi yang dilakukan adalah penambahan beberapa hal yang berkaitan dengan penentu halal pada suatu produk. Berikut merupakan model manajemen rantai pasok halal.
Halal Policy
Kebijakan halal adalah bagian dari tanggung jawab produsen dalam melindungi integritas halal sepanjang rantai pasok, pencapaian sertifikasi halal dan pemberian kepuasan serta rasa aman konsumen dalam penjaminan halal.
Supply Chain Objectives
Supply chain objectives merupakan tujuan dari rantai pasok, yaitu tujuan logistik dan pelayanan konsumen. Tujuan logistik terdiri dari cara meminimalkan waktu produksi, meningkatkan fleksibilitas rantai pasok, dan menurunkan biaya rantai pasok. Sedangkan tujuan pelayanan konsumen terdiri dari siklus waktu order pemesanan hingga ke tangan konsumen, ketersediaan stok produk, serta tingkat kepuasan permintaan pada stok yang tersedia.
Logistic Control
Kontrol logistik adalah pilar penting dari keberhasilan rantai pasok halal yang bertujuan untuk mengambil keputusan dan mengatur berjalannya rantai pasok. Kontrol ini dimulai dari proses perencanaan, pengembangan, pembelian, produksi, dan distribusi ke konsumen.
Supply Chain Business Process
Terdapat 8 kunci proses bisnis rantai pasok yang telah diidentifikasi. Kunic-kunci proses bisnis rantai pasok tersebut adalah customer relationship management, customer service management, demand management, order fullfilment, manufacturing flow management, procurement, product development and commercialization, dan returns.
Supply Chain Resources
Manajemen organisasi dan informasi, contohnya pada organisasi dengan sertifikasi halal maka membutuhkan komite halal untuk bertanggung jawab dalam menjamin produk tersebut halal dan berfungsi sebagai auditor internal.
The Supply Chain Network Structure
Jaringan antar organisasi yang saling bekerja sama untuk mengelola, mengendalikan dan meningkatkan proses berjalannya bahan dan informasi.
Halal Supply Chain Performance
Pengukuran efektivitas sebuah rantai pasok yang dibagi menjadi 2 aspek, yaitu process quality dan waste. Process quality mengenai kepercayaan dari merek dagang, kredibilitas sertifikat halal, dan keluhan dari konsumen terkait dengan status halal suatu produk. Waste terkait limbah fisik pada rantai pasok, seperti sumber daya yang digunakan.