Kebiasaan seseorang dalam makan berbeda-beda. Banyak sekali faktor-faktor yang mempengaruhi kebiasaan/pola makan tersebut. Berikut merupakan beberapa faktor yang mempengaruhi pola makan seseorang.
- Agama
- Faktor ini sangat jelas mempengaruhi pola makan seseorang. Agama/kepercayaan seseorang mengajarkan hal-hal yang baik untuk dilakukan ataupun tidak dilakukan.
- Contohnya penganut agama Islam tidak diperbolehkan mengonsumsi daging babi karena tidak halal, penganut agama Buddha yang sangat mendalami ajaran akan menjadi seorang vegetarian, penganut agama Hindu tidak mengonsumsi daging sapi, dan sebagainya.
- Ekonomi
- Faktor mempengaruhi pola makan seseorang karena ekonomi dapat menentukan jenis/bahan pangan yang dapat dikonsumsi untuk kesehariannya. Faktor ekonomi ini juga meliputi faktor kesejahteraan seseorang tersebut.
- Suku/bangsa
- Contohnya masyarakat Jepang apabila mengonsumsi mi harus menimbulkan suara sebagai tanda bahwa mi tersebut enak dan bentuk menghargai orang yang memasaknya, namun pada masyarakat negara lain menimbulkan suara saat makan mi akan terkesan tidak sopan dan tidak memiliki etika yang baik.
- Lingkungan/keluarga
- Contohnya pola makan orang Padang akan berbeda dengan pola makan orang Jawa
- Geografis
- Contohnya orang yang tinggal di daerah pesisir pantai akan lebih sering dan suka makan seafood, sedangkan orang yang tinggal di daerah berburu akan lebih suka makan daging.
- Kebutuhan khusus
- Kebutuhan khusus yang dimaksud lebih mengarah pada pengaruh kesehatan seseorang.
- Contohnya seorang atlet memiliki kebutuhan pola makan yang berbeda dengan orang pada umumnya, ataupun adanya alergi pada makanan/senyawa tertentu yang menyebabkan pola makan seseorang terpengaruhi.
- Pendidikan
- Semakin tinggi pendidikan seseorang akan menyebabkan semakin selektif seseorang dalam memilih makanannya. Hal ini akan menyebabkan terjadi perubahaan kebiasaan makan dan membentuk kebiasaan makan yang baru.
- Usia
- Usia tentu menentukan jenis dan jumlah makanan yang dapat dikonsumsi, seorang bayi 0-6 bulan tentu hanya dapat mengonsumsi ASI/susu formula, sedangkan seorang remaja memiliki kebiasaan makan untuk memenuhi kebutuhan aktivitasnya yang padat.
- Teknologi
- Perkembangan teknologi menyebabkan adanya berbagai jenis olahan pangan baru yang dapat mempengaruhi kebiasaan makan seseorang. Contohnya adanya olahan pangan pizza dengan daging rendang, adanya makanan-makanan instan.
- Kesejahteraan
- Kesejahteraan berkaitan erat dengan ekonomi seseorang, dimana apabila kesejahteraan seseorang meningkat akan menyebabkan pola makan seseorang jadi berbeda.
- Contohnya dari makan makanan di pinggir jalan/gerobak menjadi makan makanan di restoran.
Kebiasaan-kebiasaan makan ini apabila diturunkan pada generasi-generasi penerusnya akan menyebabkan terciptanya suatu budaya pangan. Budaya pangan dan kebiasaan makan ini merupakan suatu hubungan timbal balik, hubungan yang saling berkaitan dan mempengaruhi.
No comments:
Post a Comment