Luncbox

Orang dewasa maupun anak-anak dapat membaka bekal makan siang mereka. Hal ini dapat mengurangi pengeluaran yang dilakukan sehingga dapat memiliki uang untuk disimpan yang lebih banyak. Di Amerika, masyarakat membawa bekal makan siang yang praktis dan mampu memberi rasa kenyang/menunda rasa lapar mereka. Beberapa jenis bahan pangan yang sering dijadikan bekal makan siang adalah roti, selai kacang, selai anggur, jus, baby carrot, goldfish crackers, serta twinkies.

Roti yang biasa dibawa sebagai bekal adalah roti tawar dengan selai kacang dan/atau selai anggur. Salah satu merek roti tawar yang telah dikenal masyarakat Amerika sejak lama adalah Wonder Bread. Roti tawar tersebut dibuat dari tepung terigu, ragi, beberapa jenis bahan tambahan pangan, dan larutan gula 5% yang memberikan aroma manis khas. Roti tersebut biasanya dimakan bersama dengan selai kacang (peanut butter) atau selai anggur. Peanut butter yang diminati oleh 40% warga Amerika adalah selai kacang yang terdapat potongan kacangnya (crunchy). Salah satu peanut butter yang terkenal di Amerika adalah Sunland Inc. Selai anggur dibuat dari jus anggur, pektin, dan tambahan lainnya sehingga akan terbentuk tekstur selai yang baik. Salah satu merek selai anggur yang diminati adalah selai anggur produksi dari perkebunan anggur Welch's di timur laut Pennsylvania.

Minuman yang sering dibawa bersama dengan bekal makan siang adalah jus. Jus yang dibawa merupakan jus yang dikemas pada kemasan Tetra Pak yang memberikan kepraktisan bagi para konsumen. Jus yang paling populer dari Juicy Juice Bottling Plant adalah jus apel dengan kapasitas produksi 8.000 gallon per hari. Jus dalam kotak Tetra Pak menjadi pilihan banyak masyarakat karena kemasan yang aman menjaga kualitas produk.

Selain makanan dan minuman, masyarakat Amerika juga sering membawa snack sebagai salah satu bekal, contohnya baby carrot, goldfish crackers, dan twinkies. Baby carrot merupakan wortel dengan bentuk kurang baik yang telah dibersihkan, dipotong, dan dikemas sehingga aman dan dapat langsung dikonsumsi. Produsen wortel terbesar di Amerika adalah Bolthouse Farm, di Bakersfield, California yang juga menjadi pemasok 90% konsumsi wortel di Amerika. Goldfish crackers merupakan salah satu makanan ringan favorit yang diproduksi oleh Pepperidge Farm. Makanan ringan ini tidak terbbuat dari bahan laut, namun terbuat dari tepung terigu, garam, gula, air, ragi, serta bumbu-bumbu yang dicetak membentuk ikan. Twinkies adalah makanan penutup yang mirip seperti cakes dengan isian krim vanila. makanan ini sudah diproduksi di Amerika sejak 1933 dan diikutsertakan sebagai simbol negara pada tahun 1999.

Strengthening of Accountability Systems to Create Healthy Food Environments & Reduce Global Obesity

Pada zaman sekarang terjadi pergeseran kebiasaan makan seseorang dari pangan sehat dan segar menjadi pangan olahan yang praktis. Pangan olahan yang ada saat ini umumnya adalah pangan olahan yang tidak memenuhi kebutuhan gizi sehari-hari, namun hanya memenuhi jumlah kalori atau bahkan melebihi kebutuhan kalori dalam sehari. Hal ini menyebabkan semakin meningkatnya orang yang kelebihan berar badan atau obesitas.
Permasalahan yang sedang terjadi adalah pemerintah tidak memiliki akuntabilitas yang kuat dan cukup untuk mengatur pola makan masyarakatnya. Hal ini dikarenakan pasar dikuasai oleh perusahaan-perusahaan multinasional dan swasta yang menjual pangan olahan tidak bergizi. Akuntabilitas adalah kemampuan dalam memberikan penjelasan terhadap tindakan-tindakan yang dilakukan terutama kepada pihak yang diberi kewenangan untuk melakukan penilaian dan evaluasi. Kerangka kerja akuntabilitas adalah sebagai berikut.
  1. Take the account
    • Tahap pengukuran berkala yang dilakukan untuk memastikan proses tetap stabil dan berjalan dengan baik. Pada permasalahan obesitas ini dilakukan pemantauan indeks massa tubuh (IMT) secara reguler terutama pada anak-anak yang memiliki tingkat perubahan paling cepat. Hal ini dikarenakan IMT tinggi menjadi faktor yang berkontribusi terhadap beban beberapa penyakit secara cepat. 
    • Contohnya WHO Europe Child Obesity Surveillance Initiative yang melibatkan 19 negara peserta dengan lebih dari 170.000 anakk di Eropa pada tahun 2011-2012, berupaya dalam meningkatkan pemantauan rutin terhadap status berat badan anak-anak.
  2. Share the account
    • Tahap dalam memberikan informasi dan data yang didapatkan kepada para pemangku kepentingan dan harus dapat diakses oleh publik. Informasi dan data harus diberikan berdasarkan fakta, menyeluruh secara transparansi.
  3. Hold the account
    • Tahap ini merupakan pemberikan insentif dan sanksi bagi para pelaku yang terkait. Insentif diberikan kepada pihak yang telah berpartisipasi dan memberikan dampak positif terhadap tujuan. Sedangkan pemerintah dapat memberikan sanksi apabila terdapat pihak yang tidak bertanggung jawab dan menyebabkan kerusakan, termasuk membahayakan keamanan pangan dan gizi.
  4. Respond to the account
    • Tahap evaluasi agar sistem akuntabilitas dapat diperbaiki dan semakin baik performanya dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Pemerintah melalui mekanisme hukum, meminta pertanggungjawaban sektor swasta sehingga dapat secara konsisten dalam meningkatkan kesehatan masyarakat. Hal ini dikarenakan suatu kebijakan yang tidak didukung dengan hukum rentan untuk tidak dilaksanakan/diterapkan.
Sumber : 
Swinburn, B., dkk. 2015. Strengthening of accountability systems to create healthy food environments and reduce global obesity. The Lancet: Obesity Series, 385 (9986), 2534-2545. https://doi.org/10.1016/S0140-6736(14)61747-5 

Gluten Free

Gluten adalah suatu protein yang terdiri dari glutenin dan gliadin. Gluten memiliki sifat elastis yang dapat membentuk tekstur kenyal dan kokoh pada makanan. Protein ini banyak ditemukan pada produk serealia, seperti gandum. Apabila sistem imun seseorang memiliki reaksi yang tidak normal terhadap gluten, maka dapat menyebabkan gangguan pencernaan dan gangguan emosional. Seseorang yang mengalami gangguan kesehatan seperti ini biasanya menderita celiac disease.

Kanada merupakan salah satu negara yang memiliki tren konsumsi gluten free yang cukup tinggi. Nyatanya, hanya sekitar 35.000 orang yang tercatat menderita celiac disease, namun terdapat hingga 4 juta orang yang melakukan pola diet gluten free. Hal ini sebenernya dikarenakan 2 hal, yaitu konsumen tidak mengetahui gluten dan pemanfaatan terkait gluten oleh marketer produk gluten free. 
Dari survei yang dilakukan pada beberapa orang di sebuah supermarket, masyarakat Kanada tidak mengetahui apa itu sebenarnya gluten. Pada beberapa orang, gluten dianggap sebagai suatu kandungan yang dapat memberikan dampak negatif bagi tubuh, seperti membuat seseorang menjadi gendut. Bahkan gluten disama-artikan dengan lemak dan kalori yang dianggap negatif oleh masyarakat. 
Produsen memanfaatkan sifat manusia yang tertarik pada produk-produk yang memberikan kesan "magic" seperti makanan yang dapat menjajikan tubuh kurus dibandingkan dengan produk yang memberikan pesan sederhana seperti "olahraga dan makan-makanan bergizi agar tubuh sehat". Dengan memanfaatkan sifat manusia tersebut, maka produsen produk gluten free melakukan promosi akan produk mereka dengan klaim-klaim kesehatan. Produk gluten free dijual dengan klaim bahwa produk yang lebih sehat dibandingkan dengan produk non gluten free, dapat memberikan rasa bahagia dan energi. Bahkan untuk menarik perhatian para orang tua, para produsen memanfaatkan rasa kekhawatiran mereka terhadap perkembangan anak-anaknya dengan mengatakan bahwa produk gluten free dapat meminimalkan/mengurang gejala-gejala pada autisme dan ADHD (attention deficit hyperactivity disorder). Autisme memang sering dikaitkan dengan produk gluten free karena umumnya para penderita autisme menderita celiac disease. Padahal sebenarnya tidak terdapat bukti-bukti ilmiah hingga saat ini yang menyatakan bahwa terdapat hubungan antara produk gluten free dengan efek-efek tersebut (lebih sehat, meningkatkan energi, memberi rasa bahagia, menurunkan berat badan, meringankan gejala autisme, dan sebagainya).
Bahkan, apabila dibandingkan nilai nutrisi dari suatu roti tawar putih biasa dengan roti tawar gluten free, produk gluten free memiliki nutrisi yang lebih buruk. Roti tawar gluten free mengandung kalori, natrium, lemak dan gula yang lebih banyak 13%, 33%, 204%, 53% dan mengandung serat yang lebih rendah 26% dari roti tawar putih. Bahkan serat roti tawar gluten free 62% lebih rendah dibandingkan roti gandum utuh.

Sumber:

Lepet, Makanan Tradisional Jawa

Lepet merupakan makanan tradisional Jawa yang terbuat dari beras ketan, parutan kelapa, dan garam. Menurut seorang budayawan Jepara, Bapak ...