Laporan Keuangan

Dalam laporan keuangan secara umum akan membahas mengenai tiga hal, yaitu aset, harta / modal, dan utang. Ketiga hal tersebut akan dibahas dalam tiga jenis laporan juga, yaitu laporan keuangan (neraca), laporan laba-rugi, dan laporan arus kas (cash flow).

  1. Aset (Asset) => Segala sesuatu yang kita kuasai, meskipun bukan milik kita
    • Aset tetap (fix) => Aset yang tidak dapat dengan mudah dijadikan tunai, contohnya gedung, tanah, mobil.
    • Aset bergerak (current) => Aset yang dapat terjual dengan mudah atau uang tunai, contohnya uang tunai, tabungan, perhiasan.
    • Aset intangible => Aset yang tidak terlihat namun bernilai, contohnya hak paten, keahlian
  2. Harta / Modal (Capital) => Segala sesuatu yang memang benar-benar milik kita
  3. Utang (Liabilities) => Segala sesuatu yang perlu kita bayar
    • Utang jangka panjang => utang yang tidak perlu dibayar dengan segera
    • Utang jangka pendek => kewajiban yang harus segera dibayar, contohnya listrik, telepon, cicilan kartu kredit
Laporan Keuangan, yaitu:
  1. Laporan Neraca 
    • Harta / Modal = Aset - Utang
    • per 31 Desember (akhir tahun)
  2. Laporan Laba-Rugi
    • Laba / Rugi = Revenue - Biaya - Penyusutan
    • Revenue/hasil penjualan 
    • Biaya produksi 
      • Tetap (fix cost) => upah karyawan, listrik, telepon, air, sewa.
      • Tidak tetap => alat pembungkus, bahan baku, ongkos angkut barang
      • Jika laba, harta akan semakin meningkat
  3. Laporan Arus Kas
    • Saldo akhir = Saldo awal + Uang masuk (1th) - Uang keluar

PTP PERTEMUAN KESEBELAS

        Pada pertemuan PTP minggu lalu kami menampilkan presentasi yang membahas tentang tanaman budidaya. Kelompok kami membahas tentang tanaman jengkol. Jengkol merupakan salah satu tanaman yang terkenal di Indonesia, tanaman ini terkenal dengan bau nya yang sangat khas karna mengandung H2S yang sangat menyengat. Selain itu, jengkol juga mengandung asam jengkolat atau toxin jengkolic acid yang dapat menyebabkan penyakit jengkolat bagi pencinta jengkol. Penyakit jengkolat yang dimaksud adalah pengkristalan asam jengkol pada ginjal dan kantung kemih.
      Namun meskipun jengkol mengandung asam jengkolat yang lumayan banyak dalam setiap bijinya, kami pun tertantang untuk mengekstrak asam jengkol ini untuk dikembangkan menjadi sesuatu yang bermanfaat. Hal ini pun juga ditekankan oleh Pak Kuhon agar kami menjadi lebih kreatif dalam melakukan suatu inovasi yang berguna bagi orang banyak.

Bisnis dalam Industri Pangan

Paradigma lama :

  1. on site : pengembangan di dalam area pertanian (misal pada perkebunan mangga, ternak ayam)
  2. off site : pengembangan di luar area pertanian

Paradigma sekarang :
  1. Generasi I
    • bisnis dalam bidang pembibitan, seperti penjualan bibit padi tahan hama wereng, bibit ikan bandeng (nener), bibit kelapa, dan lain-lain
    • pada bisnis pembibitan juga diperlukan teknologi yang tinggi, contohnya bibit kelapa hibrida (hasil asimilasi atau persilangan genetika)
  2. Generasi II
    • bisnis dalam bidang pembudidayaan, contohnya penjualan pupuk, penjualan media tanam, ataupun sebagai konsultan penanaman dengan teknik tertentu (contohnya penanaman kentang dengan teknologi tissue)
  3. Generasi III
    • bisnis dalam bidang pengolahan hasil panen yang membutuhkan teknologi untuk mengolah produk pangan.
Dalam membangun sebuah usaha diperlukan adanya  Business Plans serta keseimbangan antara keuntungan yang diperoleh produsen dan konsumen.

Bahan Tambahan Makanan

Bahan tambahan makanan dapat dikelompokkan menjadi beberapa macam:

  1. Flavor (Aroma)
  2. Rasa
  3. Warna
  4. Lain-lain (seperti penguat rasa dan pengawet)
Bahan tambahan makanan berarti bahan pangan yang TIDAK boleh dikonsumsi secara langsung. Selain itu, tidak mencakup penyebab rasa asin, manis, dan asam.

Aroma pada umumnya berupa senyawa aromatik yang dapat disebabkan karena alami, setengah alami, maupun buatan. Aroma secara alami dapat diperoleh dari daun pandan, daun salam, daun jeruk, vanili, kencur, aroma pete ataupun jengkol (penambah nafsu makan). Aroma setengah alami contohnya adalah terasi, hal ini dikarenakan hasil dari fermentasi, sehingga aroma yang ditimbulkan bukan murni alami. Sedangkan pada aroma buatan sering kita lihat pada produk-produk makanan, seperti perisa leci, perisa pisang, dan lain-lain.

Bahan tambahan makanan berupa warna juga dapat diperoleh secara alami, setengah alami, maupun buatan. Warna secara alami diperoleh dari daun suji untuk warna hijau, kunyit untuk warna kuning, cabai untuk warna merah, dan sebagainya. Sedangkan untuk warna setengah alami contohnya didapat dari angkak untuk warna merah.

Pemberian bahan tambahan makanan harus sesuai dengan takaran yang telah diatur oleh pemerintah. Karena penggunaan yang berlebihan dapat membahayakan kesehatan konsumen. Namun, sebenarnya tidak ada takaran yang pasti dalam penggunaannya. Biasanya penggunaannya terdapat ukuran tertentu dan telah dipatenkan, contohnya tingkat warna pada coca cola dan fanta. Selain itu, tidak semua bahan aman untuk dikonsumsi, contohnya boraks.


Proses Pengolahan

Dalam proses pengolahan tidak mungkin hanya membutuhkan satu jenis proses saja. Pasti akan dibutuhkan berbagai macam proses yang saling mendukung. Contohnya pada proses pengolahan tepung tapioka dari singkong atau ubi kayu. Proses tersebut adalah sebagai berikut.
Proses pencucian dan pengelupasan kulit ari ubi kayu
  1. Dilakukan sekaligus dengan mesin berbentuk silinder yang memilki kemiringan tertentu. Dengan mesin ini air disiram dari bagian atas untuk mencuci dan silinder akan berputar sehingga ubi akan saling bertabrakan hingga kulit ari (yang berwarna coklat) terkelupas.
    2.     Proses pemotongan ubi (hingga ubi menjadi tipis-tipis dan kecil)                                       Dengan menggunakan silinder yang terdapat mata pisaunya.
    3.       Proses pengekstrakan larutan ubi kayu --> Menggunakan mesin sentrifugal
    4.       Proses pemisahan protein
    5.       Proses penguapan
    6.  Proses penghancuran (dari bongkahan tepung tapioca dihancurkan hingga menjadi tepung tapioka)
Pembuatan satu kg tepung tapioca biasanya membutuhkan sekitar 3 kg ubi kayu. Dan ampas dari pembuatan tapioca (seperti kotoran hasil pencucian dan kulit ari) akan dijadikan pakan ternak. Sedangkan air hasil pencucian dan pemisahan protein akan digunakan kembali untuk pelarutan larutan ubi (namun juga digunakan air bersih). Sehingga proses yang seperti ini disebut sebagai proses kontinyu.

Contoh yang lain dapat dilihat juga pada proses pengolahan kopi yang tidak hanya membutuhkan satu proses saja dalam pengolahannya. Kopi harus dicuci, dipisahkan antara yang matang dan belum, dikeringkan atau difermentasi, kemudian digoreng, dan dihancurkan (dijadikan bubuk kopi). Proses pembuatan kopi secara umum dibedakan menjadi 2 proses:
1.       Proses kering (kopi setelah dipanen langsung dijemur begitu saja dan ditumbuk agar kulit terkelupas, kopi proses ini memiliki nilai jual yang rendah)

2.       Proses basah (menggunakan proses fermentasi hingga batas tertentu, sehingga nilai jual kopi proses ini tinggi)

Lepet, Makanan Tradisional Jawa

Lepet merupakan makanan tradisional Jawa yang terbuat dari beras ketan, parutan kelapa, dan garam. Menurut seorang budayawan Jepara, Bapak ...