Dalam proses pengolahan tidak mungkin hanya membutuhkan satu
jenis proses saja. Pasti akan dibutuhkan berbagai macam proses yang saling
mendukung. Contohnya pada proses pengolahan tepung tapioka dari singkong atau
ubi kayu. Proses tersebut adalah sebagai berikut.
Proses pencucian dan pengelupasan kulit ari ubi kayu
- Dilakukan sekaligus dengan mesin berbentuk silinder yang memilki kemiringan tertentu. Dengan mesin ini air disiram dari bagian atas untuk mencuci dan silinder akan berputar sehingga ubi akan saling bertabrakan hingga kulit ari (yang berwarna coklat) terkelupas.2. Proses pemotongan ubi (hingga ubi menjadi tipis-tipis dan kecil) Dengan menggunakan silinder yang terdapat mata pisaunya.3. Proses pengekstrakan larutan ubi kayu --> Menggunakan mesin sentrifugal4. Proses pemisahan protein5. Proses penguapan6. Proses penghancuran (dari bongkahan tepung tapioca dihancurkan hingga menjadi tepung tapioka)
Pembuatan satu kg tepung tapioca biasanya
membutuhkan sekitar 3 kg ubi kayu. Dan ampas dari pembuatan tapioca (seperti
kotoran hasil pencucian dan kulit ari) akan dijadikan pakan ternak. Sedangkan air
hasil pencucian dan pemisahan protein akan digunakan kembali untuk pelarutan
larutan ubi (namun juga digunakan air bersih). Sehingga proses yang seperti ini
disebut sebagai proses kontinyu.
Contoh yang lain dapat dilihat juga pada proses pengolahan
kopi yang tidak hanya membutuhkan satu proses saja dalam pengolahannya. Kopi
harus dicuci, dipisahkan antara yang matang dan belum, dikeringkan atau
difermentasi, kemudian digoreng, dan dihancurkan (dijadikan bubuk kopi). Proses
pembuatan kopi secara umum dibedakan menjadi 2 proses:
1.
Proses kering (kopi setelah dipanen langsung
dijemur begitu saja dan ditumbuk agar kulit terkelupas, kopi proses ini
memiliki nilai jual yang rendah)
2.
Proses basah (menggunakan proses fermentasi
hingga batas tertentu, sehingga nilai jual kopi proses ini tinggi)
No comments:
Post a Comment