Lepet adalah salah satu olahan beras/ketan tradisional di Indonesia. Lepet pada dasarnya dibuat dari ketan yang telah direndam semalaman, kelapa parut, dan garam. Lepet merupakan makanan gurih yang memiliki nilai-nilai budaya. Lepet memiliki makna sebagai bentuk permohonan maaf pada seseorang. Makanan khas ini sering terdapat pada beberapa ritual/adat tradisional yang telah dilakukan para masyarakat, khususnya Jawa. Contohnya pada ritual Sedekah Laut di Jepara dan pada saat 1 minggu setelah Hari Lebaran umat muslim. Lepet termasuk makanan tradisional yang masih belum banyak dibahas mengenai sejarah dan kebudayaannya, kerana itu cara untuk mengetahui sejarah dan budaya pangannya perlu dilakukan penelitian melalui buku-buku serta wawancara pada pihak-pihak yang berkaitan dan berkompeten. Pada 7 September 2018, saya dan Judella (teman saya) berkesempatan untuk menambah pengetahuan mengenai budaya dan adat terkait pangan "Lepet" dengan melakukan wawancara dengan Bapak Dr. Hadi Priyanto, M.M. di Jepara, Jawa Tengah.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Lepet, Makanan Tradisional Jawa
Lepet merupakan makanan tradisional Jawa yang terbuat dari beras ketan, parutan kelapa, dan garam. Menurut seorang budayawan Jepara, Bapak ...
-
Pembuatan minyak kelapa / minyak goreng dulu dibuat dari daging kelapa hijau. Proses ekstraksi minyak kelapa ini dibagi menjadi 2 car...
-
OPPA adalah merek dagang opak singkong yang diproduksi oleh Toko Halim, Jakarta Barat dengan No. PIRT 2153174016008-23. Berikut merupakan v...
-
Berdasarkan UU Nomor 25 tahun 1992 tentang Perkoperasian, koperasi merupakan badan usaha yang beranggotakan orang-seorang atau badan hukum ...

No comments:
Post a Comment