The Village Hub (by Willie Smits and Masarang Foundation)

Sulawesi, Indonesia merupakan daerah yang 1/3 penduduknya masih tidak memiliki pekerjaan dan masih terdapat daerah-daerah yang tidak memiliki listrik pada tahun 2013 yang lalu. Namun Sulawesi memiliki sumber alam yang berlimpah yang mampu mendukung kebutuhan hidup masyarakatnya. Salah satu contoh tanaman yang berlimpah adalah pohon kelapa (Arenga pinnata). 
Pohon kelapa (aren) ini banyak tumbuh di hutan tanpa memerlukan pupuk ataupun pestisida dan memproduksi nira aren sepanjang tahun. Di Sulawesi, contohnya Sulawesi Utara, pohon kelapa ini diambil niranya secara tradisional oleh masyarakat untuk diolah menjadi minuman beralkohol, saguer. Selain diolah menjadi saguer, sebagian kecil nira aren ini diolah menjadi gula aren. Namun, masyarakat lebih sering mengolah nira aren menjadi saguer. Hal ini dikarenakan proses pembuatan gula aren yang susah, yaitu nira aren harus langsung dipanaskan setelah dipanen dengan menggunakan tungku kayu bakar hingga menjadi. Asap dari proses pemanasan ini menyebabkan mereka terganggu (sakit) dan hasil gula aren yang didapatkan tidaklah banyak.
Melihat kenyataan ini, Willie Smits, seorang peneliti lingkungan yang berpengalaman selama 30 tahun dalam hutan tropis, mendirikan sistem village hub bersama dengan Masarang Foundation. Sistem village hub merupakan suatu projek yang mengajak masyarakat untuk memanfaatkan potensi nira aren dengan maksimal. Hal ini mengubah kebudayaan masyarakat yang awalnya lebih sering mabuk-mabukan karena nira aren lebih sering digunakan untuk produksi saguer menjadi masyarakat yang produktif dan memiliki peningkatan perekonomian.
Willie Smits bersama dengan Masarang Foundation, membangun sebuah pabrik kecil (village hub) yang memproduksi sirup aren dan bio-etanol yang dilakukan dengan sistem zero waste production. 
Proses produksi diawali dengan panen nira dari hutan-hutan. Nira tersebut kemudian akan ditimbang dan dipanaskan hingga konsentrasi gulanya meningkat dari 10-17% menjadi 20% pada tempat pemanasan yang didirikan dekat dengan lokasi hutan sekitar. Setelah konsentrasi menjadi 20%, nira akan dibawa ke pusat pabrik kecil untuk proses pengolahan.
Pembuatan bio-etanol menggunakan nira tersebut yang ditambahkan ragi (yeast) dan dimasukkan dalam fermentor. Bio-etanol memiliki berbagai fungsi yang dapat membantu kehidupan masyarakat sekitar, seperti untuk penerangan, bahan bakar kendaraan bermotor, dan memasak. Selama proses fermentasi, gas karbondioksida (CO2) juga dihasilkan. Gas ini akan dialirkan menuju kolam algae untuk proses metabolismenya. Algae ini kemudian akan digunakan untuk pakan ternak karena kandungan proteinnya yang tinggi. Kemudian untuk kotoran hewan ternak, dapat ditampung pada biogas installation untuk menghasilkan gas metana. Gas metana ini akan digunakan sebagai bahan bakar untuk proses distilasi etanol dengan adanya bantuan dari pembakaran kayu apabila diperlukan. Sedangkan slurry dari proses biogas tersebut akan dimanfaatkan sebagai pupuk untuk kolam algae dan sawah.
Pembuatan gula aren menggunakan nira aren dengan konsentrasi 20% tersebut yang akan dievaporasi hingga menjadi sirup aren. Sirup aren ini memiliki konsentrasi gula 67%. Pada proses evaporasi memanfaatkan uap panas yang dihasilkan selama pemanasan sehingga mempercepat proses evaporasi. Uap panas ini nantinya akan terkondensasi menjadi air yang kemudian ditampung dan difiltrasi sehingga dapat menjadi air bersih (air minum). Sirup aren ini kemudian akan diolah oleh pabrik Masarang hingga menjadi gula aren yang siap untuk dipasarkan.
Selain itu, masih terdapat pula pemanfaatan uap hasil pembakaran kayu yang digunakan untuk mengeringkan kayu dan menjalankan generator untuk membantu memberikan sumber listrik pada beberapa keluarga. Selain itu, arang yang dihasilkan dimanfaatkan untuk proses filtrasi air minum hasil kondensasi.

Sumber:

No comments:

Post a Comment

Lepet, Makanan Tradisional Jawa

Lepet merupakan makanan tradisional Jawa yang terbuat dari beras ketan, parutan kelapa, dan garam. Menurut seorang budayawan Jepara, Bapak ...