Manajemen rantai pasok (supply chain management) adalah integrasi dan pengaturan dari rantai pasok secara keseluruhan. Rantai pasok sendiri merupakan segala kegiatan yang mencakup aliran dan transformasi suatu barang dari bahan baku hingga ke konsumen.
Berdasarkan perkembangannya dan masalah lingkungan yang menjadi fokus masyarakat sekarang, manajemen rantai pasok mulai mengambil aspek lingkungan sebagai salah satu fokusnya, yaitu green supply chain management (GSCM). GSCM dalam penerapan praktiknya dapat dibagi menjadi 2, yaitu praktik pro-aktif dan re-aktif.
- Praktik pro-aktif; merupakan salah satu bentuk tindakan produsen yang mendukung terlaksananya GSCM
- Green purchasing practice
- Praktik pemilihan dan pembelian bahan baku dari pemasok (supllier) yang telah memiliki kompetensi dalam persyaratan lingkungan, contohnya telah mendapatkan sertifikasi ISO 14001.
- Green manufacturing practice (eco-design)
- Praktik proses produksi yang menggunakan material dengan dampak rendah pada lingkungan, efisien, dan menghasilkan limbah atau polisi sesedikit mungkin.
- Praktik ini dapat dibagi menjadi dua kategori, yaitu produk dan kemasan.
- Green distribution
- Praktik pendistribusian barang yang memberikan dampak atau polusi seminimal mungkin pada lingkungan.
- Praktik ini erat kaitannya dengan penggunaan kemasan yang efisien dan efektif karena dapat mempengaruhi efisiensi distribusi
- Reverse logistics
- Praktik mengumpulkan dan menggunakan kembali bahan-bahan yang masih dapat dimanfaatkan setelah pemakaian, contohnya mengumpulkan karton kemasan yang telah dibuang oleh konsumen untuk didaur ulang dan digunakan kembali sebagai kemasan produk.
- Praktik re-aktif; merupakan respon produsen atas perintah dari pihak yang memiliki peran, seperti pemerintah dan/atau organisasi yang bersangkutan.
- Regulasi dan legislasi yang menyebabkan produsen menerapkan GSCM pada rantai pasoknya.
Praktik-praktik ini dapat memberikan pengaruh pada kinerja dari perusahaan (performance). Tiga kinerja perusahaan yang dapat dilihat antara lain.
- Environmental performance
- Kinerja lingkungan merupakan kinerja yang indikator evaluasi dan evaluasinya dapat mengacu pada ISO 14031.
- Hal-hal yang dapat dijadikan indikator adalah penggunaan energi, penggunaan air, polusi / emisi udara pada rantai pasok, dan sebagainya.
- Economy performance
- Kinerja yang erat kaitannya dengan biaya produksi dan keuntungan (profit) pada perusahaan.
- Intangible performance
- Kinerja yang berhubungan dengan citra perusahan, citra produk, dan loyalitas konsumen.
No comments:
Post a Comment