Ketahanan pangan adalah tersedianya pangan dan kemampuan seseorang dalam mengkases pangan tersebut. Pada saat ini, masalah pangan sudah menjadi masalah global yang perlu diperhatikan. Adanya ketidakseimbangan menyebabkan ketahanan pangan tidak dapat tercapai, contohnya ada penderita obesitas dan malnutrisi pada suatu daerah yang sama. Terdapat 3 perspektif untuk mencapai ketahanan pangan yang berkelanjutan.
- Perspektif efisiensi
- Pada perspektif ini dinyatakan bahwa diperlukannya peningkatan efisiensi produksi sehingga jumlah produk yang dihasilkan lebih banyak namun menggunakan lahan yang sama dan menghasilkan jumlah emisi gas rumah kaca yang tetap.
- Intensifikasi dapat dilakukan dengan menggunakan bibit-bibit unggul sehingga dapat memberikan hasil produk lebih tinggi dengan luas lahan yang sama
- Penerapan perspektif ini dapat menyebabkan rebound effect. Peningkatan efisiensi produksi dapat membuat perusahaan/petani meningkatkan keuntungan sehingga mereka membuka lahan baru lagi. Hal ini justru akan menyebabkan semakin banyak lahan yang digunakan (adanya pembukaan lahan) dan menimbulkan dampak lingkungan yang baru.
- Perspektif menahan permintaan (demand restraint)
- Pada perspektif ini dinyatakan bahwa pembatasan permintaan dapat membatasi proses produksi sehingga jumlah produk yang dihasilkan cukup untuk memenuhi kebutuhan tanpa berlebihan.
- Namun tidak dinyatakan dengan jelas bagaimana permintaan konsumen masih dalam batas "cukup" sehingga penerapannya masih memerlukan pemahaman dan tinjauan lebih jauh lagi.
- Perspektif transformasi sistem pangan
- Pada perspektif ini, produksi dan konsumsi dipandang sebagai satu kesatuan yang membentuk suatu sistem pangan. Apabila terjadi ketidakseimbangan pada sistem pangan tersebut, maka akan terjadi ketidakseimbangan pada sektor lain juga contohnya sektor kesehatan (obesitas dan malnutrisi)
- Ketahanan pangan tidak lagi hanya dipandang dari dimensi supply (pasokan), namun dari dimensi lainnya juga, yaitu aksesibilitas, keterjangkauan (affordability), pemanfaatan (utility), dan stabilitas.
- Dimana masalah sosial ekonomi menjadi fokus perhatian utama pada perspektif ini. Semua masyarakat (sosial ekonomi manapun) dapat mencapai ketahanan pangan.
No comments:
Post a Comment