Keterampilan Manajemen 2

Manajemen merupakan suatu tindakan "manipulatif", yaitu tindakan memanipulasi segala sumber daya (sumber daya manusia, energi, dll.), teknologi, biaya dan sebagainya untuk mencapai suatu tujuan.

Dalam memulai melakukan usaha , maka harus menentukan terlebih dahulu apa tujuan dari usaha tersebut. Penentuan ini biasanya diawali dengan penentuan visi-misi. Visi merupakan angan-angan abstrak yang diinginkan oleh perusahaan namun susah untuk diukur, contohnya visi surat kabar sebagai amanat hati nurani rakyat, atau visi Universitas Surya untuk mencapai Indonesia Jaya. Sedangkan misi merupakan hal-hal yang ingin dilakukan yang lebih konkret dibandingkan visi namun tetap tidak dapat terukur, contohnya "dengan mencerdaskan bangsa".
Setelah mengetahui visi-misi, maka selanjutnya adalah menentukan tujuan dari usaha tersebut. Tujuan utama yang wajib bagi seluruh usaha adalah untuk mencari profit. Profit ini sangat penting karena menentukan bagaimana usaha tersebut dapat terus berjalan yang melakukan kegiatannya dengan baik. Yayasan non-profit juga tetap harus memiliki tujuan mencari profit, namun yang membedakannya dengan perusahaan biasa adalah profit yang didapat bukan untuk keuntungan pemilik/pendiri, melainkan untuk berjalannya yayasan tersebut sendiri.
Tujuan yang telah diketahui ini digunakan untuk menentukan sasaran perusahaan. Sasaran merupakan tujuan yang ttelah diboboti sedemikian rupa sehingga dapat terukur. Contoh sasaran adalah meningkatkan pendapatan masyarakat dari 2 juta per kapita menjadi 2,5 juta per kapita. Sasaran ini harus dinyatakan dan ditetapkan oleh setiap perusahaan.

Visi/Misi  à  Tujuan  à  Sasaran

Apabila telah diketahui tujuan perusahaan dan diketahui "posisi kita sekarang" dibandingkan tujuan tersebut, maka kita dapat menentukan arah (direction) untuk menuju ke tujuan tersebut. Dalam mencapai tujuan dengan arah yang telah kita ketahui, diperlukan rencana strategis. Rencana strategis merupakan rencana yang apabila diubah pada saat menjalankannya dapat menyebabkan pembuangan biaya/ongkos yang besar. Hal-hal yang harus diperhatikan dalam menentukan rencana yang strategis adalah sebagai berikut.

  1. Sumber daya (sumber daya manusia, dll.)
  2. Biaya/budget
  3. Koneksi
  4. Aset
  5. Teknologi
  6. Waktu
Semua faktor tersebut harus diperhatikan dan saling dipadukan sehingga menjadi sebuah rencana yang strategis.Semua faktor tersebut dapat "dimanipulasi" untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Contohnya apabila kurang biaya dapat melakukan peminjaman kepada bank, apabila tidak memiliki koneksi maka dapat merekrut orang yang memiliki koneksi, dsb. Namun, faktor waktu tidak dapat "dimanipulasi", karena waktu setiap orang dimanapun adalah selalu hanya 24 jam dan tidak dapat pula dilakukan peminjaman waktu kepada siapapun. Hal ini membuat faktor waktu memerlukan perhitungan yang sangat cermat karena sangat mempengaruhi faktor lainnya.


Dalam pencapaian tujuan dengan rencana strategis yang telah dibuat, terkadang terdapat hambatan-hambatan yang menyebabkan perlu dilakukannya "penyimpangan" sebelum akhirnya kembali pada arah tujuan. Penyimpangan ini merupakan suatu taktik/manuver, yaitu tindakan improvisasi untuk menghindari hambatan ataupun mengelabui lawan agar tujuan perusahaan yang ingin dicapai tidak diketahui secara jelas. 

Penting bagi semua orang yang terlibat dalam perusahaan untuk mengetahui tujuan perusahaan. Karena itu, rencana strategis perusahaan juga perlu diumumkan agar semua dapat saling bekerja sama dalam mencapai tujuan tersebut.

No comments:

Post a Comment

Lepet, Makanan Tradisional Jawa

Lepet merupakan makanan tradisional Jawa yang terbuat dari beras ketan, parutan kelapa, dan garam. Menurut seorang budayawan Jepara, Bapak ...