Manajemen merupakan sebuah ilmu pengetahuan dengan "induknya" adalah ekonomi jika di Indonesia. Berbeda dengan Amerika Serikat, dimana psikologi merupakan "induk" dari manajemen. Penghubungan ilmu manajemen dengan psikologi ini didasarkan pada penelitian yang pernah dilakukan. Salah satu contohnya adalah penelitian Profesor Elton Mayo mengenai Kajian Hawthorne pada tahun 1927. Penelitian tersebut mengamati produktivitas kerja karyawan dengan perlakuan intensitas cahaya yang diberikan. Pada hasil kerja yang diamati, ditemukan bahwa tidak terdapat perbedaan antara hasil pekerjaan dari setiap perlakuan yang diberikan. Hal ini bukan berarti penelitian tersebut telah gagal, namun justru penelitian tersebut menemukan suatu kajian/konsep baru dalam psikologi dan manajemen. Kajian itu adalah karyawan akan memiliki tingkat produktifitas yang baik dalam kondisi apapun (dicerminkan dari perlakuan intensitas) apabila mendapatkan perhatian (diamati oleh peneliti hasil kerjanya).
Dalam manajemen atau pembuatan suatu usaha (contohnya Pangan Industri Rumah Tangga / P-IRT) diperlukan beberapa tahap untuk diperhatikan, yaitu:
- Perencanaan (diperlukan perencanaan organisasi tenaga kerja, perencanaan perisapan izin usaha, dll. yang baik)
- Penerapan dari rencana yang telah dipersiapkan dengan baik
- Penjualan
- Perhitungan keuangan untuk mengetahui profit usaha
Perencanaan yang baik memerlukan organisasi yang baik. Organisasi suatu usaha secara garis besar harus mencakup 3 hal, yaitu pemrosesan, keuangan, dan pemasaran (marketing). Pada pemrosesan maka diperlukan perencanaan dalam melakukan realisasi praktek pembuatan produk, penggunaan alat, formulasi bahan, serta sanitasi dan keamanan pangan. Pada keuangan diperlukan pemahaman dalam pembuatan laporan keuangan yang penting untuk menetukan profit usaha. Sedangkan pada pemasaran dapat mencakup target pasar, promosi, serta penjualan.
Salah satu perencanaan yang diperlukan untuk membuka usaha P-IRT adalah mengetahui tahapan untuk memperoleh sertifikat P-IRT sehingga dapat merancang timeline kegiatan hingga dilakukannya tahapan pemasaran. Salah satu syarat untuk memperoleh sertifikat P-IRT adalah dengan mengikuti dan mendapatkan sertifikat penyuluhan dari Dinas Kesehatan mengenai produksi pangan yang baik. Penyuluhan ini dapat diikuti di Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota manapun di Indonesia dengan mendaftarkan diri. Penyuluhan memerlukan data fotokopi KTP, foto ukuran 4x6, serta produk pangan yang akan diproduksi. Setelah mengikuti penyuluhan selama 1 hari dan melakukan ujian, maka akan didapatkan sertifikat penyuluhan sebagai salah satu syarat P-IRT.
Selain itu, pengajuan P-IRT baru di Kabupaten Tangerang (Kec. Kelapa Dua, Kec. Cisauk, Kec. Legok, Kec. Curug, dll.) diperlukan kelengkapan dokumen sebagai berikut.
1. Fotokopi KTP pemohon
2. Akte pendirian perusahaan (bagi badan usaha/koperasi)
3. Surat status bangunan (Akte hak milik/sewa/kontrak)
4. Fotokopi izin mendirikan bangunan (IMB)
5. Data perusahaan makanan IRT
6. Data produk makanan
7. Peta lokasi
8. Gambar denah bangunan
9. Surat keterangan domisili (SKDU yang diurus bertahap dari RT-RW-Kecamatan)
10. Pas foto
11. Surat pernyataan akan membuat label sesuai PP No. 69 tahun 1999
12. Rancangan label pangan
13. Fotokopi sertifikat penyuluhan keamanan pangan
14. Sertifikat hasil uji laboratorium produk makanan
15. Surat pernyataan bahwa produksi akan dilakukan di tempat yang terdaftar (materai 6000)
16. Surat pernyataan akan menaati UU No. 18 Tahun 2012 dan UU No. 36 Tahun 2009 (materai 6000)
17. Alur/cara produksi
18. Rincian alat produksi yang akan digunakan
Berdasrkan diskusi kelas, didapatkan 13 jenis produk pangan yang nantinya akan digunakan untuk produksi dalam usaha P-IRT, yaitu
- Wajik (berbahan ketan kukus, kelapa parut, dan gula)
- Dodol (berbahan santan, tepung ketan, dan gula jawa/aren)
- Enting-enting jahe (berbahan ekstrak jahe, gula pasir, dan tepung)
- Enting-enting gepuk / kacang (berbahan kacang tanah sangrai, gula pasir dan tepung)
- Sumpia (berbahan tepung dan telur untuk kulit, serta udang kering sangrai)
- Abon ikan (berbahan ikan dan bumbu-bumbu)
- Sambal tempe kering (berbahan tempe, teri, daun salam, sereh, gula)
- Ampyang / gula kacang (berbahan kacang tanah sangrai dan gula merah)
- Opak singkong (berbahan singkong dan bumbu-bumbu)
- Telur gabus manis (berbahan tepung, telur, dan gula)
- Kastengel
- Permen cokelat
- Nastar
No comments:
Post a Comment