Technology Push dan Marketing Pull
Technology Push merupakan teknik dimana produk yang dibuat berdasarkan penelitian dipaksakan menjadi produk yang "diperlukan" pada pasar yang sebenarnya belum ada. Produk dibuat terlebih dahulu dan memang belum memiliki pasar, karena itu produk nantinya akan membuat pasar merasa membutuhkan atau menganggap penting produk tersebut.
Contoh penerapan Technology Push adalah pada pemasaran produk "Dodol Rumput Laut" dari Lombok. Hal ini diawali dengan banyaknya rumput laut di Lombok yang kemudian dilakukan penelitian bagaimana cara memanfaatkan rumput laut yang banyak ini. Setelah itu, ditemukan bahwa rumput laut digunakan untuk pembuatan dodol, yang diikuti dengan penelitian sederhana pembuatan dodol rumput laut yang paling tepat. Dodol rumput laut ini sebenarnya belum memiliki pasar dan permintaan, namun untuk memanfaatkan rumput laut maka dibuatlah produk ini. Sehingga dodol rumput laut iini kemudian dipasarkan dan membuat pasar berpikir bahwa dodol rumput laut ini suatu produk yang penting dan diperlukan oleh pasar.
Contoh lain dari Technology Push adalah telepon genggam, dimana berawal hanya dari telepon rumah yang berfungsi untuk menghubungkan orang dengan orang yang berbeda tempat. Namun, pada telepon genggam saat ini sudah tidak hanya memfasilitasi fungsi tersebut, hampir seluruh Handphone pada saat ini memiliki kamera yang merupakan hasil penelitian dan perkembangan teknologi. Adanya kamera pada handphone ini sebenarnya bukan sesuatu hal yang dibutuhkan oleh pasar pada awalnya, namun karena penelitian teknologi ini menyebabkan pasar "dipaksa" menjadikannya suatu kebutuhan. Technology Push juga terjadi pada penerapan jaringan 4G sebagai perkembangan jaringan 3G.
Marketing Pull merupakan teknik untuk memenuhi permintaan pasar (sudah terdapat pasar) dengan melakukan kegiatan produksi dan/atau mencari alternatif bahan baku lain untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Pada teknik ini, telah terdapat permintaan pasar yang memerlukan suatu produk, sehingga perlu dilakukannya cara untuk melakukan produksi yang mampu memenuhi permintaan pasar.
Contoh penerapan Marketing Pull adalah pada pasar minyak goreng. Minyak goreng awalnya diproduksi dengan menggunakan daging kelapa hijau (baik berupa santan ataupun kopra) yang diekstrak hingga didapatkan minyak kelapanya. Namun, tingginya permintaan dan keterbatasan bahan baku (pertumbuhan pohon kelapa) menyebabkan dibutuhkannya bahan baku yang dapat mensubstitusi kelapa untuk menghasilkan minyak. Kelapa sawit akhirnya diketahui mampu mensubstitusi daging kelapa, bahkan dapat memberikan yield yang lebih banyak. Karena itu, sekarang minyak goreng berasal dari kelapa sawit demi memenuhi kebutuhan pasar konsmen.
Contoh lain Marketing Pull adalah penggantian minyak tanah yang digunakan untuk memasak dengan gas (tabung gas). Dimana gas dapat digunakan untuk memasak dengan efisiensi (biaya bahan baku dan waktu) yang lebih baik dibandingkan minyak tanah untuk memenuhi kebutuhan pasar akan bahan bakar yang semakin meningkat.
No comments:
Post a Comment