Pertemuan ketiga ini saya mendapatkan ilmu baru lagi mengenai konsep inovasi yang menguntungkan untuk dijadikan usaha namun tetap memperhatikan kualitas produk yang dihasilkan. Dosen saya, Pak Kuhon, memberitahu kepada kami satu kelas bahwa inovasi itu bukan hanya sekedar kue tradisional yang ditambahin es krim, namun kita harus memikirkan inovasi yang menambah nilai makanan itu. Inovasi dapat dilakukan dengan berbagai cara, namun kita harus memperhaikan kecocokan rasa, memperhatikan keuntungan penjualannya, dan lain-lain.
Selain itu, saya juga memperoleh ilmu tentang proses pemerahan susu sapi yang memanfaatkan kemajuan teknologi. Pemerahan susu yang telah dilakukan secara modern sangat memperhatikan tingkat stres pada sapi, memperhatikan kebersihan bahkan dilakukan sterilisasi untuk mengurangi kemungkinan berkembangnya mikroba. Sehingga susu sapi yang didapatkan akan lebih bagus dibandingkan susu sapi yang didapat dengan memerah secara manual.
Saya juga mendapatkan pengetahuan dasar mengenai kandungan pada bahan pangan. Mulai dari yang pada umumnya bermanfaat untuk penghasil energi dalam tubuh (karbohidrat dan lemak); untuk pembangunan sel (protein); untuk mengatur proses yang terjadi dalam tubuh, misalnya metabolisme (vitamin dan mineral); serta mengenai tipe-tipe kandungan air yang terdapat dalam bahan pangan maupun tubuh

No comments:

Post a Comment

Lepet, Makanan Tradisional Jawa

Lepet merupakan makanan tradisional Jawa yang terbuat dari beras ketan, parutan kelapa, dan garam. Menurut seorang budayawan Jepara, Bapak ...